Isnin, 19 Julai 2010

INFAQ

Nabi saw bersabda:

“Setiap ummatku mempunyai fitnah yang boleh merosakkan mereka. Fitnah umatku adalah harta.”
(Hr Tirmizi)

Sesungguhnya harta yang kite punyai adalah harta yang kite belanjakan

KERANA ALLAH …
ATAS JALAN ALLAH

Bukan harta yang berada di dalam simpanan kite

Ana teringat pada satu cerita mungkin juga perumpamaan
Apalah gunalah sekeping kertas jika ia tidak digunakan
Dan hanya disimpan walhal sekeping kertas itu mungkin boleh memberi jutaan makna bilamana kite menggunakannya untuk menulis sesuatu yang bermanfaat untuk kite dan mungkin untuk orang lain
Ibaratkanlah kertas itu umpama wang kite

Alhamdulillah…
jihad Fisabillillah itu sentiasa dipermudahkan
Dalam menunutut ilmu bukan ilmu sahaja yang ALLAH kurniakan
MALAHAN rezeki dalam bentuk kewangan juga
Syukur xterhingga atas begitu byk rezeki yang ALLAH kurniakan pada kite
Namun pernahkah kite terfikir bahawa rezeki dan kurnia ALLAH adalah satu
amanahyang dipertanggungjawabkan ke atas hambanya

” Baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”
[Al-Baqarah: 134 ]

Misalnya
Wang biasiswa JPA yang kite perolehi bukanlah wang semata2
Ia adalah amanah yang paling besar utk kite laksanakan

AMANAH ALLAH_AMANAH RAKYAT MALAYSIA_AMANAH NEGARA

Yang kite harus kita pikul
dengan amanah dan tanggungjawab seorang hamba

infaqkanlah

sedikit wang amanah itu kepada yg memerlukan
walaupun hanya 1% sumbangan kite dari wang JPA itu

“Perumpamaan mereka yang mendermakan harta benda ke jalan Allah, ibarat menaman sebiji benih yang akan menumbuhkan 7 pokok..dan tiap-tiap pokok itu membuahkan seratus biji. Dan Allah selalu melipatgandakan kepada sesiapa sahaja yang dikehendakinya, dan Allah Maha Berkuasa (anugerahnya) lagi Maha Mengetahui”

insyALLAH ia akan lebih diberkati
niatkanlah infaq kite ini mewakili semua wang rakyat Malaysia keseluruhannya
moga seluruh rakyat Malaysia mendapat saham dari infaq kite yang x seberapa ini
moga sedikit amalan dan sedekah kite diterima di sisi ALLAH

”Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.”
[Al-Baqarah:212]

Di sini ana sertakan beberapa no ac bank yg membuntukan sumbangan kita

PUSAT MAAHAD TAHFIZ Akademi Tahfiz Al Hira (Biss. Reg. No.: SA 0109828-K)

http://www.akademitahfiz.com
Bank:
MAYBANK
Nama: Mohamad Izan Bin Abdullah Halim ( Pengerusi & Pengetua )
Akaun No.:
: 153083220177

atau
Bank: MAYBANK
Nama: Ahmad Saipuddin Bin Saat ( Timb. Pengerusi )
Akaun No.:
162106017591

Jumaat, 16 Julai 2010

Bismillahirahmanirrahim....


DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG..........

Diriwayatkan oleh Abu Zinad yang diterimanya dari Al,A'raj yang diterima pula dari Abu Hurairah......
kata Abu Hurairah.... sesungguhnya RasulullahSAW telah bersabda " Barang siapa yang menunaikan hajat Seseorang { atau Haiwan sekalipun } maka Allah SWT akan menunaikan hajatnya pada hari KIAMAT "........


Memohon Sumbangan Ikhlas serta Bantuan dari segi kewangan dan lain-lain bagi menampung perbelanjaan dan pentadbiran Akademi Tahfiz Al-Hira ini.. Sebarang jenis sumbangan bolehlah disalurkan kedalam akaun dibawah.. untuk keterangan lanjut sila Hubungi :
ustaz izan 013-3308799
AKAUN MYBANK : 153083220177
ATAS NAMA PENGETUA AKADEMI TAHFIZ AL HIRA
{ MOHAMAD IZAN BIN ABDULLAH HALIM }

Rabu, 7 April 2010

ILMU

Islam memandang begitu pentingnya ilmu, sehingga menuntut ilmu menjadi kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana sabda Nabi SAW : “Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri Cina, karena menuntut ilmu itu fardu atas setiap manusia” (HR Anas bin Malik r.a)

Ilmu lebih penting daripada harta, demikian dikatakan oleh Sayidina Ali bin Ali Thalib: “Ilmu itu lebih penting daripada harta, karena ilmu menjaga kamu sedangkan kamu harus menjaga harta. Ilmu akan bertambah bila diberikan kepada orang lain, sedangkan harta akan berkurang bila dibelanjakan“.

Menuntut Ilmu

Keistimewaan orang yang menuntut ilmu dan kelebihan orang berilmu adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW: “Barang siapa melewati suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya salah satu jalan di antara jalan-jalan surga. Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang dilakukannya. Sesungguhnya orang alim itu dimintakan ampunan oleh semua apa yang ada di langit dan di bumi serta ikan-ikan di tengah lautan. Sesungguhnya kelebihan orang yang alim atas orang-orang yang beribadah (yang tidak alim) adalah seperti kelebihan bulan purnama atas bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dirham dan dinar, akan tetapi mereka mewariskan ilmu………..“(HR Abu Darda r.a).

Allah SWT juga menjelaskan kelebihan orang berilmu, sebagaimana diungkapkan dalam firman-Nya: “……Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…… ” (QS.A1 Mujaadilah: 11)

Sebagai Ibadah

Menuntut ilmu, akan dicatat sebagai ibadah. sebagaimana sabda Nabi SAW:
Siapa yang ingin melihai orang-orang yang dibebaskan oleh Allah dari neraka, maka lihatlah orang-orang yang belajar, demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, tidak ada orang yang belajar, yang hilir mudik ke pintu orang yang alim, melainkan Allah mencatat baginya setiap, huruf dan setiap langkah dengan ibadah satu tahun,……… ” (HR.Anas bin Malik r.a)

Sarana Menuntut Ilmu

Keinginan pemerintah untuk menetapkan Anggaran Pendidikan 20 % dari APBN pada tahun 2009 patut disambut dengan gembira. Di samping hal tersebut memang merupakan amanat konstitusi yang sampai saat ini belum dilaksanakan sepenuhnya, juga karena biaya pendidikan yang semakin tinggi dan sulit dijangkau, menyebabkan semakin banyaknya anak-anak generasi penerus bangsa yang putus sekolah.

Pendidikan adalah gerbang dan sarana untuk memperoleh ilmu, sedangkan ilmu pengetahuan sangat penting dimiliki oleh setiap manusia, karena dengan ilmu yang diamalkan manusia dapat membangun bangsa, menegakkan agama dan memperoleh kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itulah agama mewajibkan setiap manusia untuk menuntut ilmu.

Kita berharap, dengan penetapan anggaran pendidikan 20% tahun yang akan datang semestinya kualitas sarana, prasarana dan sistem pendidikan Indonesia semakin meningkat, biaya pendidikan dapat lebih terjangkau agar putra/putri generasi penerus bangsa dapat melaksanakan kewajiban agamanya dalam menuntut ilmu. Tak kalah pentingnya pula, kesejahteraan para pendidik dapat ditingkatkan, sehingga tidak perlu lagi mencari penghasilan tambahan dengan mengorbankan sebahagian waktu yang seharusnya digunakan untuk menjalankan kewajiban mendidik.

Saat ini bangsa Indonesia bukannya tidak memiliki orang-orang terdidik (berilmu). Yang memiliki gelar S 1, S2, dan S3 relatif banyak, namun jumlah lulusan perguruan tinggi tersebut belumlah apa-apa bila dibandingkan dengan jumlah peaduduk Indonesia yang jumlahnya 220 juta orang saat ini.

Yang sangat memprihatinkan pula, orang-orang berilmu yang saat ini memperoleh peluang memegang jabatan, baik lembaga eksekutif legislatif maupun yudikatif kebanyakan tidak menjalankan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan akhlak/moral yang dilandaskan agama, mereka lebih memanfaatkan jabatannya untuk melakukan KKN, dan merekalah yang paling besar andilnya dalam menyebabkan terpuruknya bangsa Indonesia saat ini.

Oleh karena itu, Pemerintah dalam merealisasikan kenaikan anggaran pendidikan 20 % nantinya haruslah lebih memperhatikan pendidikan dibidang agama ahlak moral masyarakat. Demikian pula kepada lembaga-lembaga keagamaan turut membantu pemerintah dalam membina dan membangun moral umat, perlu pula mendapatkan perhatian dan bantuan dari anggaran pendidikan tersebut.

Dengan demikian, upaya Pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan yang berujung pada meningkatnya jumlah masyarakat yang menguasai ilmu pengetahuan dan tekhnologi (Iptek), akan dapat pula diimbangi dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas masyarakat berilmu yang tnemiliki iman dan taqwa (Imtaq).

Jika tidak demikian akan sia-sialah upaya pemerirtah menaikkan anggaran pendidikan, karena hanya akan tetap menghasilkan masyarakat berilmu yang jauh dari akhlak dan moral terpuji, apalagi dari ajaran agama.

Sumber : Lembar Risalah An-Natijah No. 41/Thn. XIII - 10 Oktober 2008

Sabtu, 20 Mac 2010

pendaftaran akademi tahfiz

permohonan pertama pembukan akademi tahfiz alhira


AKADEMI TAHFIZ AL HIRA merupakan sebuah sekolah yang menyediakan berbagai perhidmatan seperti KEM MINI TAHFIZ,KEM IBADAH, TEKNIK HAFAZAN DAN MENGADAKAN SEMINAR YANG BERTERASKAN ISLAMIK DAN AKADEMIK.

akademi ini juga mengambil pelajar-pelajar yang belajar di sekolah menengah dan rendah secara part time dimana pelajar berulang alik dari rumah mereka ke akademi tahfiz bagi mepelajari AL-QURAN serta MENGHAFAZ AL-QURAN..

akademi tahfiz ini juga menyediakan ASRAMA bagi pelajar-pelajar yang ingin menghafaz secara full time dalam memantapkan lagi SKIL dalam menghafaz AL-QURAN serta memahami isi kandungan ALQURAN dengan lebih jelas dan teratur.

target akademi tahfiz adalah melahirkan seberapa ramai penghafaz AL-QURAN surah-surah penting dan surah-surah pilihan bagi dibaca didalam solat fardhu dan sebagainya. kerana akademi tahfiz al hira berasa bertanggungjawab didalam membantu menyempurnakan rukun iman yang ke4.

semoga usaha akademi tahfiz al hira ini mendapat keberkatan dan keredhoan ALLAH swt. insyallah.

Rabu, 17 Mac 2010

gobind melawat akademi tahfiz al hira tahun 2009




Muhammad Arif Ismail | Foto Wan Zahari Wan Salleh
Tue | Apr 21, 09 | 12:25:05 pm MYT

PUCHONG, 21 April (Hrkh) - Ahli Parlimen Puchong, Gobind Singh Deo telah menyerah sedikit sumbangan dalam satu Majlis Kesyukuran sempena penubuhan sekolah tahfiz yang dikenali sebagai Akademi Tahfiz Al-Hira dekat sini pada 19 April lalu.

Gobind ketika ditemui berkata, beliau berasa bangga dan berterima kasih kepada pihak yang terlibat kerana diberi peluang untuk bersama-sama memeriahkan lagi majlis kesyukuran sempena penubuhan Akademi Tahfiz Al Hira.

"Saya diberitahu dalam beberapa minggu lalu agar boleh mendapatkan sedikit sumbangan kewangan bagi menjayakan projek memberi pendidikan agama dan tahfiz kepada penduduk di sekitar Puchong.

"Di sini saya mahu tegaskan dua perkara iaitu, sebagaimana kita maklum bahawa saya sebagai Ahli Parlimen Puchong, peruntukkan yang kita dapat ini tidak selaras dengan peruntukkan yang diberikan kepada Ahli dewan Undangan Negeri (Adun)," katanya.

Oleh itu, menurut beliau yang berjanji dengan pengetua sekolah ini untuk sedaya upaya untuk mendapatkan sedikit sebanyak sumbangan dari Kerajaan Negeri bagi menjayakan projek ini yang dilaksanakan oleh akademi ini.

Beliau menegaskan bahawa, akademi tahfiz seperti ini cukup penting kepada penduduk di dalam Parlimen Puchong.

"Saya hadir pada hari ini kerana hendak melihat sendiri sejauh mana perjalanan projek yang dilaksanakan dan projek ini memang berjaya. Saya harap, akademi ini akan terus berkembang agar seluruh Puchong bahkan seluruh negara tahu mengenai akademi tahfiz ini," sambung beliau.

Sementara itu, menurut pengetua, Ustaz Mohamad Izan Abdullah Halim al hafiz atau lebih mesra dikenali Adam, akademi ini telah ditubuhkan pada 5

Februari lalu dan telah mendapat sambutan yang sangat mengalakan.

"Atas dasar inilah kita cuba tubuhkan sebuah institusi yang bertarafkan agama yang akan memberi faedah kepada seluruh penduduk di kawasan ini," katanya.

"Kita di sini tidak meletakkan kadar yuran yang tinggi. Sebab itulah kami, memerlukan sumbangan dari orang ramai kerana kami hanya untuk membantu memberi pendidikan Islam ketika masyarakat sangat dahagakan ilmu agama iaitu kami bantu orang yang jahil dalam ilmu agama.

"Apa yang penting ialah mereka mempunyai kesedaran dan minat untuk menghafaz kalam-kalam Allah bagi merubah diri masing-masing, sebab itulah kami tidak meletakkan yuran yang tinggi," katanya.

Sebarang sumbangan ikhlas hendaklah dihulurkan kepada pengetua akademi tahfiz al hira: atau layari laman di www.akademitahfizalhira.blogspot. - mns_

Isnin, 15 Mac 2010



SAUJANA PUCHONG dan KULIM merupakan sebuah kawasan perniagaan dan juga mempunyai taman perumahan dikawasan sekitar yang diduduki oleh penduduk yang mejoritinya adalah penduduk beragama Islam. Kawasan ini mempunyai imfrastuktur yang lengkap seperti sekolah rendah,masjid, taska,tadika dan sebagainya.


Akan tetapi, tempat atau sekolah yang menawarkan pembelajaran khusus untuk mepelajari dan mendalami Al-Quran masih berkurangan. Ibu bapa sekarang masing-masing sebuk dengan kerjaya harian sehingga tidak mempunyai masa untuk mengajar anak-anak untuk mempelajari Al-Quran dan Tajwid secara tidak formal.


Oleh itu mereka memerlukan kelas pengajian Al-Quran secara formal yang boleh memberikan pengajaran Al-Quran dan Tajwid serta dapat membaca Al-Quran secara tartil.

BERMINAT HUBUNGI USTAZ IZAN BIN ABDULLAH HALIM AL-HAFIZ

Jumaat, 12 Mac 2010

SEKILAS TENTANG MENGHAFAZ AL-QUR’AN

SEKILAS TENTANG MENGHAFAZ AL-QUR’AN

Menghafaz Al-Quran memerlukan kesabaran jitu, kerana ia merupakan mukjizat Allah yang diturunkan kepada nabi besar Muhammad SAW. Al-Quran merupakan cahaya dan ia mudah hilang kerana kegelapan maksiat. Untuk itu cubalah jauhi perbuatan buruk walaupun pada perkara yang ringan seperti mendengar muzik, berbual kosong dan sebagainya. Menurut pendapat penghafaz Al-Quran yang berpengalaman, masa yang sesuai untuk menghafaz Al-Quran ialah ketika sunyi terutama di waktu pagi. Walaupun begitu, anda harus berlatih untuk menghafaz dalam setiap situasi sekadar termampu.

Cara menghafaznya pula berbagai-bagai. Namun kaedah biasa ialah dengan mengulangi 2-3 ayat secara melihat kepada Al-Quran kemudian cuba mengingatinya, setelah itu bolehlah berpindah ke ayat-ayat yang lain. Untuk menguatkan hafazan, anda dikehendaki mengulanginya selalu. Kalau boleh bacakan ayat-ayat yang telah dihafaz di dalam solat fardu atau sunat rawatib. Harus diingat menghafaz ayat yang baru adalah lebih mudah dari menjaga ayat yang telah dihafaz.

Oleh kerana itu peruntukkan waktu khusus untuk mengulanginya. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, "sesungguhnya Al-Quran lebih cepat luput dari hati dari hilangnya unta yang terlepas dari ikatannya". Anda hendaklah juga menjaga makanan, agar tidak memakan makanan yang haram atau syubhah, kerana ia boleh memberi kesan kepada mutu hafazan.

Perbanyakkan ibadat sunat dan solat hajat. Jika anda merasa masih terlalu susah hendak menghafaz cuba lakukan solat ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Tabrani yang menceritakan bahawa saidina Ali pernah mengadu kepada Rasulullah SAW tentang hafazannya yang buruk, lalu Rasulullah SAW menyuruhnya mendirikan solat pada tiap-tiap malam Jumaat sebanyak 4 rakaat. Pada rakaat pertama sesudah Al-Fatihah dibaca surah Yaasiin. Pada rakaat kedua sesudah Al-Fatihah dibaca surah Ad-Dukhan, seterusnya pada rakaat ketiga selepas Al-Fatihah dibaca surah As-Sajadah dan pada rakaat yang keempat selepas Al-Fatihah hendaklah dibaca surah Al-Mulk.

Setelah Saidina Ali melakukannya selama 7 kali Jumaat, beliau begitu gembira apabila memberitahu Rasulullah SAW yang beliau telah menghafaz Al-Quran dan hadisnya dengan mudah. Diharapkan Allah SWT akan memberi taufik kepada saudara untuk terus menjadi generasi yang memelihara Al-Quran dan hadis-hadis nabi SAW. Untuk keterangan lanjut sila rujuk buku Fadail Al-Quran karangan Ibn Katheir.

DALIL TENTANG KELEBIHAN MEMBACA DAN MENGHAFAZ AL-QUR’AN

Imam Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda:"Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya".
1. Dari Abu Umamah ra. dia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, "Bacalah Al Qur'an sesungguhnya ia akan datang di hari Kiamat menjadi syafaat (penolong) bagi pembacanya."(Riwayat Muslim)
2. Dari Nawwas bin Sam'an ra. telah berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Di hari Akhirat kelak akan didatangkan Al Qur'an dan orang yang membaca dan mengamalkannya, didahului dengan surat Al Baqarah dan Surah Ali 'Imran, kedua-duanya menjadi hujjah (pembela) orang yang membaca dan mengamalkannya."
(Riwayat Muslim)